Eksploitasi Sumber Daya Cabo Delgado Memicu Radikalisme Al Shabab
Eksploitasi sumber daya alam oleh otoritas Mozambik dan korporasi asing memicu kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat cengkeraman kelompok teroris Al Shabab di Provinsi Cabo Delgado sejak 2017. Ketimpangan sosial dan tindakan represif aparat menjadi faktor utama yang mendorong warga lokal bergabung dengan kelompok radikal tersebut.
Krisis di wilayah utara Mozambik ini bermula ketika ribuan penambang tradisional di Namanhumbir ditangkap secara brutal oleh aparat keamanan pada musim hujan 2017. Penangkapan tersebut dilakukan atas tuduhan penambangan ilegal, yang kemudian mendorong sebagian penambang bergabung dengan kelompok bersenjata.
"A partir daí foi a guerra", confia um mineiro à International Crisis Group, num relatório com data de 2021.
Narasi mengenai perampasan hak atas kekayaan alam ini menjadi alat propaganda utama bagi kelompok ekstremis. Peneliti dari Observatório do Meio Rural, João Feijó, menjelaskan bahwa isu penguasaan sumber daya oleh perusahaan asing sangat efektif dalam memengaruhi masyarakat.
"O açambarcamento dos recursos naturais por empresas estrangeiras é um dos principais temas do discurso dos Al Shabab" explica João Feijó, pesquisador do Observatório do Meio Rural.
Provinsi Cabo Delgado saat ini memasok 80 persen stok rubi dunia melalui Montepuez Rubis Mining (MRM). Anak perusahaan Gemfields Limited asal Inggris ini menguasai konsesi lahan seluas 10.000 kilometer persegi sejak 2012, dengan kepemilikan saham 25 persen dipegang oleh petinggi partai berkuasa FRELIMO, Jenderal Raimundo Pachinuapa.
Tindakan kekerasan fisik hingga pembunuhan dilaporkan kerap dilakukan oleh tim keamanan perusahaan serta aparat negara. Koordinator Centro para a Democracia e Direitos Humanos (CDD) di Cabo Delgado, Aly Caetano, menegaskan bahwa praktik pelanggaran hak asasi manusia tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.
"As torturas, as capturas ilegais, os assassínios… tudo isto continua", afirma indignado Aly Caetano, coordenador do Centro para a Democracia e Direitos Humanos (CDD) em Cabo Delgado.
Infrastruktur di wilayah terkaya ini juga tetap menjadi yang terburuk di Mozambik. Aly Caetano menambahkan bahwa kondisi ketimpangan ini memperkuat justifikasi gerakan kelompok bersenjata.
"Este sentimento de roubo alimenta o discurso dos terroristas." afirma Aly Caetano, coordenador do Centro para a Democracia e Direitos Humanos (CDD) em Cabo Delgado.
Selain sektor pertambangan, korupsi sistemik juga terjadi pada sektor kehutanan di Cagar Alam Niassa melalui penyelundupan kayu ilegal ke Tiongkok yang melibatkan mantan Gubernur Cabo Delgado, José Pacheco. Lembaga Environmental Investigation Agency (EIA) mengungkap adanya selisih laporan ekspor kayu pada 2016 sebesar 300 juta dolar AS antara Bea Cukai Mozambik dan pasar Tiongkok.
Kondisi ekonomi Cabo Delgado saat ini sangat memprihatinkan dengan pendapatan warga di bawah 1 dolar AS per hari dan angka buta huruf mencapai 61 persen. Perwakilan organisasi Kundeleya di Pemba, Vasco King, menyatakan bahwa Al Shabab memanfaatkan situasi pengangguran ini untuk menjanjikan tatanan baru.
"Os Al Shabab querem instaurar um califado islâmico" explica Vasco King, da organização de defesa de direitos humanos Kundeleya, em Pemba.
Vasco King menilai bahwa kelompok tersebut bergerak dengan memanfaatkan kemarahan sosial masyarakat jelata.
"Eles julgam que é necessário implementar uma ordem mais justa. Eles aproveitam-se da situação social marcada pelo desemprego e pelo subdesenvolvimento." explica Vasco King, da organização de defesa de direitos humanos Kundeleya, em Pemba.
Serangan pertama kelompok ini melanda Mocímboa da Praia pada Oktober 2017 dan menewaskan sekitar 15 orang. Seorang warga setempat bernama Omar Sufo mengonfirmasi bahwa masyarakat mengetahui adanya aktivitas pelatihan militer di hutan, namun tidak menyangka serangan besar akan terjadi.
"Foi a estupefacção", relata Omar Sufo, morador em Mocímboa da Praia.
Warga tidak menduga intensitas konflik akan meningkat secepat itu.
"Sabíamos que havia pessoas a treinar no mato, mas ninguém imaginava que poderia ocorrer um ataque". relata Omar Sufo, morador em Mocímboa da Praia.
Kelompok Al Shabab Mozambik kemudian resmi menyatakan kesetiaan kepada organisasi Negara Islam (EI) pada 2019. Melalui surat kabar propaganda Al Naba yang terbit pada Juli 2020, kelompok teroris ini menyebarkan ancaman terbuka bagi para investor asing di Mozambik.
"Cruzados, cuidado com os vossos investimentos em Moçambique." tem como título o jornal de propaganda do grupo terrorista Al Naba.
Target utama kelompok bersenjata tersebut saat ini adalah mengusir seluruh pelaku ekonomi asing dari wilayah Cabo Delgado. Fokus ancaman tertuju pada proyek eksploitasi cadangan gas alam cair sebesar 5.000 miliar meter kubik yang terletak di lepas pantai Palma.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow