Purbaya Yudhi Evaluasi Setahun Kinerja Kementerian Keuangan

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan evaluasi kinerja dan strategi ekonomi nasional setelah genap satu tahun mengemban jabatan sejak dilantik pada 8 September 2025. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026 mendekati enam persen guna mendorong capaian tahun depan.

Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati usai dilantik Presiden Prabowo Subianto. Sebelum menjabat sebagai bendahara negara, ia pernah memimpin Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan serta menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi di dua kementerian koordinator.

Pelaksanaan tugas selama setahun pertama diakui memberikan beban kerja yang dinamis bagi jajaran Kementerian Keuangan. Purbaya mengungkapkan dinamika pekerjaan tersebut berdampak langsung pada kondisi fisiknya selama mengawal kebijakan fiskal.

"Enggak terasa (sudah setahun jadi menteri). Pusing terus-terusan hampir setiap hari. Enggak kerasa setahun karena mikir terus," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Meskipun menghadapi tantangan harian, kinerja ekonomi nasional dinilai menunjukkan indikator yang positif. Pemerintah optimistis laju pertumbuhan dapat dipercepat melalui eksekusi program-program strategis.

"Tapi yang penting hasilnya lumayan lah. Paling enggak ekonominya masih lumayan bagus. Namun, ke depan akan makin cepat," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Evaluasi terhadap efektivitas kebijakan terus dilakukan selama masa transisi awal kepemimpinan. Pembenahan terhadap berbagai kendala operasional telah diselesaikan untuk memastikan kelancaran program pembangunan.

"Kita sudah mengerti sekarang. Kemarin setahun semacam eksperimen mana yang bisa dan mana yang enggak, mana yang ganggu, mana yang enggak. Sekarang sudah kita beresin semua," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sinergi antara kebijakan pemerintah dan program prioritas presiden diyakini mampu mengakselerasi aktivitas ekonomi. Pemerintah memproyeksikan dampak program tersebut akan terlihat semakin jelas pada periode mendatang.

"Ke depan bisa tumbuh lebih cepat lagi. Apalagi program Pak Presiden Prabowo amat real (nyata) dan pokoknya akan signifikan ke perekonomian," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Tekanan kerja serta aktivitas yang padat selama memimpin kementerian juga mempengaruhi kondisi fisik Purbaya. Berat badannya sempat mengalami penurunan signifikan sebelum akhirnya kembali stabil.

“Dukanya dulu lah nah pas jadi menteri (September 2025) saya 102 kg. Sekarang 97 kg atau 98 kg. Itu sudah recovery, sebelumnya turun sampai 88 kg. Berarti kerjanya emang berat di Kementerian Keuangan,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Selain beban kerja internal, pengelolaan ekspektasi publik menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Pemerintah menerapkan pendekatan pembentukan ekspektasi positif guna membangun optimisme pasar.

“Ya terpaksa ya omong gede. Itu yang dibilang orang sombong, itu purbaya sombong banget. Itu bukan sombong tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan ke arah yang positif,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pergerakan indikator ekonomi mencatatkan pertumbuhan pada angka 5,39 persen pada kuartal IV 2025 dan 5,61 persen pada kuartal I 2026, sebelum melambat menjadi 5,29 persen akibat faktor eksternal pada kuartal II 2026. Laju pertumbuhan sektor swasta dan konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama pemulihan.

“Jadi walaupun ekonomi Indonesia sekarang belum lari kenceng-kenceng amat. Tapi sudah keluar, saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya menilai pergerakan mesin pertumbuhan mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas dunia usaha. Latar belakangnya sebagai ekonom memberikan ruang untuk menerapkan teori makroekonomi secara praktis dalam pengambil keputusan.

“Walaupun kita tahu masih banyak ada kendala-kendala yang membuat kita belum tumbuh secara optimal. Tapi yang penting adalah saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak,” ujarnya.

Kombinasi antara ekspansi sektor swasta dan realisasi anggaran negara diharapkan dapat mendorong ekonomi mendekati angka target. Stabilitas perekonomian diyakini dapat terjaga apabila momentum pemulihan terus dipelihara.

“Sektor swasta mulai bergerak pelan-pelan, lebih cepat dari sebelumnya. Pemerintah juga berjalan dengan baik. Harusnya sih kalau ini dijaga terus, ya pertumbuhan 6 persen gak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama,” lanjut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pengujian kebijakan di lapangan memberikan gambaran objektif mengenai efektivitas respons pasar. Pemerintah terus memantau dampak penerapan instrumen fiskal terhadap perekonomian riil.

“Terus kalau sukanya sukanya kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan ya. Itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung,” tuturnya.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menjaga persepsi publik di tengah tingginya arus informasi. Upaya menetralisasi narasi negatif menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

“Tapi yang sulit itu tadi, bukan jurusnya, jurusnya gampang, itu-itu aja. Sekarang merepel, ini-ini.Tapi melawan ekspektasi publik, atau ekspektasi, cerita-cerita negatif yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak terlalu yakin akan arah ekonomi kita,” pungkas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pembentukan ekspektasi publik yang kuat dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan setelah dinamika sosial politik pada awal masa jabatan. Kebijakan komunikasi publik diarahkan untuk memicu keputusan investasi dan konsumsi.

"Pertama kan waktu saya jadi menteri, itu kan kita baru menghadapi demo besar. Saya mesti kembalikan confidence (kepercayaan) ke masyarakat secepat-cepatnya," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pendekatan ilmu makroekonomi mengenai ekspektasi masyarakat digunakan untuk memengaruhi arah pergerakan pasar. Keyakinan kolektif dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi secara nyata.

"Kalau semua berpikir ekonomi akan bagus, nanti kenyataannya akan cenderung bagus," katanya.

Kekhawatiran atau asumsi negatif di masyarakat berpotensi menahan laju investasi dan efisiensi konsumsi. Hal tersebut dapat dihindari melalui penyampaian informasi yang terukur.

"Itu yang susah, kita masih perlu waktu terus untuk meyakinkan semua orang bahwa kita bergerak ke arah yang benar," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Mengenai isu ketahanan finansial masyarakat, data menunjukkan terjadi peningkatan dana pihak ketiga (DPK) perbankan secara nasional. Angka DPK mengalami pertumbuhan hingga belasan persen secara tahunan.

"Kalau kita lihat DPK tumbuhnya double digit ya, Pak Herman ya? Double digit sekarang. 12 persen lagi DPK," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi sedang dalam proses pemerataan ke seluruh lapisan masyarakat. Intervensi kebijakan terus dilakukan agar dampak positif perekonomian dapat menjangkau seluruh elemen warga.

"Jadi gini, walaupun ekonomi tumbuh cepat nanti pun, pasti ada masyarakat yang belum terkena dampaknya," katanya.

Kondisi gejolak ekonomi global dinilai memberi tantangan tersendiri bagi masyarakat pada lapisan bawah. Pemerintah menyuntikkan likuiditas tambahan ke dalam sistem perekonomian pada pertengahan tahun ini untuk mempercepat perputaran uang.

"Jadi pas gejolak seperti itu, di titik-titik bawahnya itu, pasti ada kondisi dimana ketika kita tidak mudah mencari uang," katanya.

Langkah penambahan likuiditas diharapkan meminimalkan keterdesakan ekonomi di tingkat tapak. Upaya penyediaan pilihan ekonomi yang aman menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan jangka pendek.

"Saya harapkan itu akan semakin berkurang. Cuman kalau masalah kekurangan secara umum ya pasti ada," katanya.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan upaya akselerasi ekonomi agar kestabilan pendapatan dan daya beli masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Kita akan milih yang mana yang bagus, yang mana yang jelek, pasti akan ada. Tapi yang penting jangan sampai pilihannya tuh desperate banget. Kalau enggak milih yang ini kita mati, pilih yang ini, gitu," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed